Kejahatan monotheisme

Sambungan dari sini.

Lalu apa cacat monotheisme? Paham ketuhanan ini telah mengobarkan perang-perang dahsyat, genosida, sejak jaman Moses sampai sekarang. Ketika Moses (Musa) hendak membebaskan orang-orang Israel dari perbudakan Mesir, Yahweh mengirimkan wabah untuk membunuh anak-anak lelaki pertama dari setiap keluarga Mesir, serta anak-anak ternak mereka. Yahweh juga menuangkan racun ke sungai Nil. Andaikata saja Yahweh adalah “a yogic god” seperti kata Gore Vidal, sebetulnya ia tidak perlu melakukan kekejaman itu, tetapi cukup dengan mengobah hati Pharaoh, sehingga ia secara sukarela membebaskan orang-orang Israel dari perbudakan. Tetapi Yahweh malah mengeraskan hati Pharaoh untuk menolak membebaskan mereka, sehingga Yahwih memiliki alasan untuk melakukan genosida yang keji.

Kekejaman yang dilakukan oleh Yahweh terhadap orang-orang Mesir masih memiliki alasan moral, yaitu karena bangsa Mesir telah memperbudak bangsa Israel. Tetapi Yahweh juga melakukan genosida terhadap bangsa Canaan. Apa kesalahan orang Canaan? Tidak ada selain bahwa mereka memuja Tuhannya sendiri, yang lain dari Yahweh Musa, dan karena tanahnya hendak dirampas dan diberikan kepada bangsa Israel. Untuk itu semua lelaki Canaan yang sudah dewasa harus dibunuh, para gadisnya yang masih perawan dijadikan budak. Tindakan Yahweh terhadap bangsa Canaan betul-betul immoral. Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa keturunan Yahudi tetapi atheistic mengatakan, bagi suatu bangsa pengembara, bekas budak, yang ingin memiliki wilayah untuk menetap sebagai bangsa yang utuh, memang diperlukan Tuhan yang militant dan ganas seperti Yahweh.

Selama 300 tahun sejak pembentukannya, agama Kristen merupakan agama kecil yang damai. Tetapi ketika Kaisar Romawi Konstantin I memeluk Kristen, agama Kristen menjadi agama resmi bangsa Romawi, dan sejak itu pula Kristen diberikan watak imperialisme Romawi. Penyebaran Kristen di Eropa pada millennium pertama, di Amerika dan Afrika pada millennium kedua, dilakukan dengan penuh kekerasan.

Muhammad, oleh Max Weber, disamakan dengan Musa, yaitu sebagai nabi bersenjata. Bila Musa atas perintah Yahweh cukup hanya menghendaki wilayah Canaan, Allah memerintahkan orang-orang Muslim untuk terus melakukan jihad agar Islam adalah satu-satunya agama Allah di atas muka bumi ini. Dalam seratus tahun sejak kelahirannya Islam telah menguasai wilayah dari Maroko di barat Afrika sampai India di sebelah timur.

Kekerasan di antara para penganut monotheisme ini berlangsung lama. Perang antara orang Katolik dan Protestan yang berlangsung di Eropa selama 300 tahun. Perang salib antara Kristen dan Islam yang berlangsung selama 8 gelombang. Penyebaran agama yang dilakukan secara kekerasan oleh kedua agama ini yang mengalirkan darah paling banyak dalam sejarah manusia, serta penghancuran terhadap budaya asli.

Demikian dikatakan oleh Arthur Schoupenhauer, David Hume, Arnold J Toynbee, dan banyak lagi. Gore Vidal, pengarang Amerika mengatakan “Kejahatan terbesar yang tidak terucapkan pada titik pusat dari kebudayaan kita adalah monotheisme. Dari naskha barbar jaman perunggu yang dikenal sebagai Perjanjian Lama tiga agama anti kemanusiaan telah berkembang – agama Yahudi, Kristen dan Islam.” (baca Media Hindu, edisi 19, September 2005). Kemarahan monotheisik (monotheistic fury) ini masih terasa sampai sekarang. Bali merasakannya dua kali dalam bentuk pengeboman di Kuta.

Bersambung

Sumber : cybertokoh

22 comments so far

  1. […] Apakah Hindu politheistik? Posted June 29, 2007 Sambungan dari sini. […]

  2. R.E.Akbar .n on

    dalam hal ini saya ada beberapa hal yang tidak setuju dengan pandangan2 orang eropa yang anda rangkum, memang kejahatan gereja tak terelakan jahatnya bahkan saya melihat para pendeta dan paus seperty domba bernapsu piranha. tamak dan keji tetapi pada beberapa hal kristen membuat prancis tidak diserang roma karena sama2 ortodok, dan tentara2 saracens islam di sicilia mewariskan cara bertani dan irigasi. tentara islam umyah di andalusia memperlihatkan kehalusan budi dengan mempertahankan budaya yunani antik dan memberikan toleransi yang besar atas agama lain diperbolehkan asal membayar upeti. dan nyatanya filsafat yunani aristotel terutama tetap hidup dan berkembang. soal kepausan memang anjing sekali dengan mengiobarkan perang salib yang sangat bodoh kalo saya kristen katolik saat ini saya pasti sudah keluar sekarang juga dan agnostik

  3. danalingga on

    @ Akbar

    soal kepausan memang anjing sekali dengan mengiobarkan perang salib yang sangat bodoh kalo saya kristen katolik saat ini saya pasti sudah keluar sekarang juga dan agnostik

    kenapa harus keluar jika semuga agama benar , hanya sudut pandang aja yang harus di benahi.

  4. mrlekig on

    #danalingga
    semua agama benar? saya yakin akan banyak yg tidak setuju (terutama kaum mayoritas).

    saya sendiri setuju tentang semua agama benar, tapi mungkin saya lebih suka menyebut “semua agama baik”

    salam

  5. Dimas on

    Mas Lekig berbagi dikit yah🙂

    “Andaikata saja Yahweh adalah “a yogic god” seperti kata Gore Vidal, sebetulnya ia tidak perlu melakukan kekejaman itu, tetapi cukup dengan mengobah hati Pharaoh”

    Mas lekig yang dicintai dan disayangi Tuhan, jika saja seorang Nabi memiliki kemampuan untuk merubah hati seseorang maka seluruh dunia ini akan diisi oleh orang-orang yang berhati mulia karena seluruh manusia di muka bumi hatinya telah bersih dari kotoran. Tetapi hal itu tidaklah mungkin, karena hanya Tuhan yang dapat merubah hati manusia. Dan sebelum Tuhan merubah hati manusia, maka Tuhan melihat ke dalam hati manusia tersebut apakah ia memang ingin merubah dirinya….

    Maaf atas omongan saya yang kurang sopan. Tetap berbagi yah🙂

  6. mr lekig on

    #Dimas
    Terima kasih atas kunjungan anda…

    Segala omongan saya terima🙂

  7. darikatabali on

    sepakat sudut pandang harus dibenahi. demikian sudut pandang perang, kejahatan, tetesan darah atas nama agama sudah sepantasnya ditinggalkan. prinsip saya, tidak ada peradaban yang hidup dan bertahan tanpa restu Tuhan. Apapun itu.

    daripada bingung mikir agama, mending mikir berhala yang namanya nafsu materialisme. rasanya berhala ini menyerang manusia secara global deh.

  8. mr lekig on

    #darikatabali
    yang jelas, agama tidak boleh dijadikan alasan untuk menyakiti orang lain..🙂

  9. d`duno on

    iah,,
    gk akan ada habisnya bila kita ngomongin masalah agama, dimana setiap individu berpihak pro dg agamnya sendiri dan menganggap agamanya paling benar, tetapi msh dalam konteks tenggang rasa krn di indonesia msh ada yang namanya tenggang rasa dikarenakan ind adalah negara yg berbudi daya luhur dan percaya akan tuhan,,

    akan tetapi manusia akan terpecah bila mengungkit perbedaan agama. jangan jadikan perbedaan awal dari permusuhan. tapi pelajari dari setiap perbedaan yang ada, maka akan tercipta kedamaian antar umat beragama dan saiah percaya itu

  10. mr lekig on

    #d’duno
    setuju!!! saya sangat setuju,
    kata orang “beda itu indah”

  11. averro on

    salam sejahtera
    mas lekig saya hanya ingin ikut nyumbang pendapat. Mas, kalau kita mencari perbedaan tidak akan dapat selesai.karena perbedaan itu rahmat.jadi mestinya kita mengerti perbedaan masing-masing untuk berbenah bukan untuk menjelek-jelekan.masalah ketuhanan. Tuhan itu satu…Jadi memang Tidak ada tuhan lain selain satu. Percayalah mas.jika anda mati dan memasuki alam barzah pasti akan ditanya mana tuhan-tuhanmu yang kamu sembah dulu.ada tuhan A, B, C dan sebagainya. Mungkinkah mereka bisa menolong? wong ada lalat nempel juga gak bisa ngusir..iya thoo?tuhan-tuhan itu cuma patung.SEKALI LAGI PATUNG.yang diberi sesajen dan dikeramatkan.Sekali lagi ini pakai logika.jangan bertindak bodoh.sebetulnya kalau kita lihat sejarah, pasti ada titik temu antar agama. cuma pengikutnya yang menyimpang. seperti yahudi yang diturunkan oleh Tuhan pada Musa.disebabkan karena Samiri laknat jadi sesat sampai sekarang dengan gerakan freemason dengan media massa sebagai penghancur dunia. Kemudian kristen yang diturunkan pada Yesus,oleh pengikutnya Paulus diselewengkan dengan menjilat kaisar romawi.dan Paulus lah yang membuat bibel, bukan dari Yesus sendiri. Karena itu baca sejarah, pasti anda akan menemukan kebenaran.
    Terima Kasih
    Bersatulah, saya juga melaknat kegiatan terorisme.Karena dalam agama saya itu sudah dicap haram dan tiada surga untuk teroris. Amerika dan Israel lah sebenar-benarnya TERORIS.

  12. mr lekig on

    #averro
    salam kembali

    Tuhan itu satu, saya sangat setuju. Tentang sejarah, terus terang saya tidak terlalu tahu (itu sebabnya saya sebut diri saya bodoh, hehe).

    Saya juga setuju bahwa perbedaan itu merupakan rahmat, bukan itu dicari-cari bedanya, lha memang beda kok.

    Tentang teroris, terutama yg di Indonesia, saya sangat benci mereka. Tidak ada alasan utk berbuat terorisme di Indonesia.

    Saya tidak tahu Amerika dan Israel teroris atau bukan, karena belum terbukti dan juga disana ada sekian banyak manusia, kita tidak bisa menuduh begitu saja. Bayangkan gimana kalau hanya gara-gara Amrozi dkk trus Indonesia di cap Teroris?

    Salam damai..

  13. Martheen on

    #averro

    wah, susah juga tipe2 kayak anda. anda enjoy banget ngritik yang lain, tapi buta ama kejelekan sendiri. saya sendiri ngrasa omong kosong kalo kita bilang ada agama yang benar2 sempurna, lengkap ataupun final dan eksklusif. Saya sendiri agnostik y, karena udah bosen ngliat pertengkaran atas nama “membela Tuhan”. Satu-satunya yang bisa saya yakini hanya guna kita di dunia ini untuk membantu orang lain, tanpa peduli soal agama, coz, hasilnya bisa dirasakan semua orang. Coba deh berkarya dalam bidang sains, ekonomi, hukum, sastra, atau apapun yang bermanfaat bagi manusia. Klo Tuhan memang ada, dan orang yang sudah berkarya seperti itu tidak dimasukkan surga hanya karena tidak beragama tertentu, surga macam apa itu?

  14. Eva Nanik Widiya on

    Menurut saya Islam dan Kristen adalah agama Allah. dan ingat ketika anda Tidak mau tunduk dengan firman ALLAH. Anda akan hancur dengan sendirinya. Begitulah apa yang dikatakan dalam Injil Dan Al Quran.

    Wahai saudaraku orang bali yang masih Jahiliyah.

    Sadarlah Kawan……..

  15. Eva Nanik Widiya on

    apa cacat polytheisme?

    Kesalahan besar polytheisme adalah anda tidak mau mengikuti jalaan Allah dalam Injil dan Al quran.

    bagaimana anda bisa ingkar dengan Allah. Padahal Allah pencipta diri anda dan alam semesta ini.

    Anda lebih suka menyembah berhala dan dewa2 dari pada Allah yang Maha Tinggi.

  16. Martheen on

    Mbak Nanik, kalau Allah yang anda percayai di Quran saja tidak menghancurkan tempat-tempat ibadah di Bali, lalu kenapa anda percaya umat Hindu mengingkari keberadaan sang pencipta?
    Anda g pernah baca Injil kan? Injil itu Gospel, 4 kitab dari 66 kitab dalam Alkitab, dan tidak ada yang menyebutkan bahwa Kristen adalah agama Allah. Kristen adalah perilaku yang menyerupai Kristus.

    Kenapa seorang non-monotheist bisa bahagia dengan keadaannya, hidup dengan damai tanpa harus terus menerus mengkritisi umat lain, marah2 dengan kasar saat merasa dikritik, bahkan kadang melukai umat lain? Justru dalam hal itu para monotheis harus instropeksi diri.

    Lagian koq kesannya monotheis itu hebat amat to? Mau atheis pun lebih baik buat orang sekitar klo dia menunjukkan kontribusi nyata

  17. Martheen on

    Lagian, “jahiliyah” di bali kayaknya jauh lebih baik dibanding berada di sebagian besar negara timur tengah sekarang, negara2 yang dengan bangga mengaku monotheis tapi nggak bisa melindungi semua warganya, justru sibuk mendiskriminasi para minoritas.

  18. Martheen on

    Gempa di China kemarin, negara yang komunis, pemerintahnya bisa mengatasi masalah dengan cepat tanpa harus teriak2 minta bantuan. Itu lebih baik daripada pemerintah sok monotheis tapi bingung sendiri njalanin pemerintahannya.

  19. bikini on

    @ E.N Widya
    belajarlah…
    widya-wiyata lah
    dalami keyakinan-mu, baru turun gunung

  20. sapi betina on

    @ eva nanik

    bukti dari kebodohan anda😆

  21. james on

    jgnlah kt ngotak-atik agama dan kpercayaan org laen.

  22. Banyu bening on

    Hindu mengajarkan Kedamaian
    Ketika membaca judul artikel di atas, sudah terkesan provokatif dan isinya penuh dengan kebencian. Dari judul saja kelihatan “Kejahatan monotheisme”.
    anda harus membedakan ajaran agama dengan kepentingan penguasa. lihatlah sejarah kerajaan Hindu dibali , bukangkah antar kerajaan saling perang untuk menguasai, bukankah semuanya Hindu?
    Jika anda lebih teliti lagi, simaklah sejarah India, dimana juga antar kerajaan saling berperang demi wilayah kekuasaan, bukankah mereka agamanya sama yaitu Hindu? jika kurang yakin, anda baca di kitab baghawagitha yaitu perang bharatayuda, bukankah masih satu keturunan atau saudara dan saling berperang? satu agama?
    lalu maukah anda dengan fakta-fakta di atas, jika hindu dianggap dengan “Kejahatan Pholitisme”
    Janganlah mencacai agama orang lain, karena hal itu menunjukkan kedangkan dan kurang dewasa keyakninanmu pada agamamu sendiri. perbanyaklah bermeditasi agar anda dapat pencerahan.
    salam dari saya Banyu Bening.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: