<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blognya orang bodoh</title>
	<atom:link href="http://mrlekig.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mrlekig.wordpress.com</link>
	<description>Ini hanya sebuah blog, hal kecil kadang dapat mengubah banyak hal..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jun 2011 22:44:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mrlekig.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blognya orang bodoh</title>
		<link>http://mrlekig.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mrlekig.wordpress.com/osd.xml" title="Blognya orang bodoh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mrlekig.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bom Bali, Marahkah Orang Bali?</title>
		<link>http://mrlekig.wordpress.com/2007/10/11/bom-bali-marahkah-orang-bali/</link>
		<comments>http://mrlekig.wordpress.com/2007/10/11/bom-bali-marahkah-orang-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 05:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mrlekig</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[SARA]]></category>
		<category><![CDATA[Terorist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mrlekig.wordpress.com/2007/10/11/bom-bali-marahkah-orang-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Dua kali Bali diguncang teror Bom. Yang pertama bahkan termasuk paling parah, 200an korban nyawa melayang akibat perbuatan Amrozi bersama kawan-kawannya. Itu termasuk yang luka-luka baik parah maupun ringan juga yang menderita cacat akibat Bom Bali itu. Belum juga bila dihitung korban materi akibat ledakan bom. Dan yang paling terasa saat ini akibat Bom Bali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mrlekig.wordpress.com&amp;blog=1227513&amp;post=23&amp;subd=mrlekig&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua kali Bali diguncang teror Bom. Yang pertama bahkan termasuk paling parah, 200an korban nyawa melayang akibat perbuatan Amrozi bersama kawan-kawannya. Itu termasuk yang luka-luka baik parah maupun ringan juga yang menderita cacat akibat Bom Bali itu. Belum juga bila dihitung korban materi akibat ledakan bom. Dan yang paling terasa saat ini akibat Bom Bali itu adalah surutnya kondisi pariwisata pasca ledakan Bom Bali I yang diperparah lagi dengan Bom Bali II.</p>
<p>Bagaimanapun upaya pemerintah dan juga masyarakat Bali untuk mengembalikan kondisi ekonomi dan pariwisata seperti sebelum terjadinya peristiwa tragis itu, namun tetap saja susah untuk mendatangkan wisatawan sebanyak dulu. Jangankan turis, masyarakat Bali sendiri masih trauma dengan aksi teroris itu.</p>
<p>Nah, dari sekian kerugian akibat aksi terorisme oleh kawanan teroris Amrozi cs, ada hal yang mungkin luput dari pandangan mata kita, yaitu reaksi orang Bali yang notabene merupakan pihak yang paling banyak menderita kerugian, yang paling merasakan sakitnya akibat Bom itu serta masih terasa hingga saat ini.</p>
<p>Bagaimana reaksi orang Bali (Hindu) yang ada di Bali? Sebut saja peristiwa dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan umat Islam. Salut, mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan kita terhadap orang Bali. Masyarakat Bali seperti cuek saja, kalaupun ada yang marah itu hanya lewat kata-kata sambil duduk-duduk warung tanpa ada aksi untuk merusak kerukunan dengan umat Islam di Bali. Orang Bali mengerti bahwa itu adalah perbuatan oknum, bukan Islam.</p>
<p>Para pendatang asal Lamongan yang bekerja sebagai penjual bakso, mie ayam, dll pun tak pernah mendapat intimidasi atau teror balasan sama sekali, mereka masih dengan tenang hidup di Bali bersama orang Bali. Orang Bali hanya benci Amrozi dan komplotannya, bukan memusuhi Islam, bukan pula memusuhi Lamongan.</p>
<p>Orang Bali mungkin tidak kenal balas dendam ataupun perbuatan anarkis lainnya, mereka sudah sibuk dengan urusan adat keseharian dalam beragama dan bermasyarakat berdampingan dengan umat agama lain, Islam, Kristen, Buddha, dll. Tak ada waktu untuk memikirkan hal-hal seperti itu, apalagi memaksakan suatu ajaran kepada orang lain, cukup untuk diri sendiri saja. Semoga Bali tetap damai&#8230; Amrozi, enyahlah kau ke neraka&#8230;!!!</p>
<p><em>Di posting dalam mengenang 5 tahun peristiwa Bom Bali..</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mrlekig.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mrlekig.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mrlekig.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mrlekig.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mrlekig.wordpress.com&amp;blog=1227513&amp;post=23&amp;subd=mrlekig&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mrlekig.wordpress.com/2007/10/11/bom-bali-marahkah-orang-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2748cb99cc70b01c0ee31ffe0341fb2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mrlekig</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karma Negara</title>
		<link>http://mrlekig.wordpress.com/2007/09/29/karma-negara/</link>
		<comments>http://mrlekig.wordpress.com/2007/09/29/karma-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 18:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mrlekig</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Karma]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mrlekig.wordpress.com/2007/09/29/karma-negara/</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini adalah tulisan yang saya dapat dari sini. Tulisan ini sempat saya baca di Harian Radar Bali, saya suka tulisan ini, kebetulan hari ini saya temukan link-nya. Seorang pemikir kawakan, cendekiawan yang cukup terkenal, pernah menolak pandangan saya dalam sebuah seminar, hanya karena saya menggunakan “Hukum Karma” sebagai landasan untuk menjelaskan sesuatu. “Itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mrlekig.wordpress.com&amp;blog=1227513&amp;post=22&amp;subd=mrlekig&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Dibawah ini adalah tulisan yang saya dapat dari <a href="http://www.akcbali.org/tulisan/Radar240907.htm">sini</a>. Tulisan ini sempat saya baca di Harian Radar Bali, saya suka tulisan ini, kebetulan hari ini saya temukan link-nya.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Seorang pemikir kawakan, cendekiawan yang cukup  		terkenal, pernah menolak pandangan saya dalam sebuah seminar, hanya  		karena saya menggunakan “Hukum Karma” sebagai landasan untuk menjelaskan  		sesuatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Itu adalah Hukum menurut Teologi Hindu dan Buddhis,  		tidak bersifat universal. Janganlah dikaitkan dengan perkara non Hindu  		dan non Buddhis!” demikian pendapat dia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Para <em>supporter</em> bertepuk tangan&#8230;. Horre,  		hebat, luar biasa!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kemudian, penjelasan yang saya berikan tenggelam  		dalam suara tepukan itu. Hari itu, Hukum Karma dinyatakan Hindu, Buddhis&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Padahal, Yesus, Sang Masiha yang kucintai pernah  		berkata bahwa kita hanya memperoleh hasil dari apa yang kita tanam.  		Jangan mengharapkan buah manis jika biji asam yang kita tanam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Begitu pula dalam firman Allah yang disampaikan  		lewat Baginda Rasul, Nabi Muhammad&#8230;.. Bahwasanya, kelak setiap anggota  		badan kita akan dimintai pertanggungan-jawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Karma” berarti “Perbuatan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan, Perbuatan itu tidak bisa diberi label Hindu,  		Buddhis, Muslim, Kristen, atau lain sebagainya. Perbuatan dapat  		dijelaskan sebagai perbuatan yang baik dan yang tidak baik. Perbuatan  		yang tepat dan tidak tepat. Perbuatan berakhlak dan tidak berakhlak.  		Perbuatan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Perbuatan yang  		menyejukkan atau justru menggerahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kebaikan adalah kebaikan, dan kebatilan adalah  		kebatilan. Perbuatan tidak membutuhkan label agama. Tapi, tidak&#8230;.  		teman saya hari itu, tidak dapat menerima penjelasan saya. Tidak mau  		menerima. Bahkan, tidak mau mendengar&#8230;. Saya belum selesai bicara, dia  		sudah langsung memotong: “Sudahlah, penjelasan itu merupakan pembelaan  		yang bersumber pada kepercayaan Anda!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Wow</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">,  		hebat&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tapi, ya, betul juga sih&#8230;. Gita, Dhammapada,  		Qur’an, Injil – semuanya adalah bagian dari kepercayaan saya, keyakinan  		saya. Dengan “memisahkan” kepercayaannya dari kepercayaan saya, hari itu  		sesungguhnya ia bergabung dengan kelompok yang dalam firman Allah  		disebut kafir. Hati mereka tertutup. Mereka buta&#8230;.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Hukum Karma adalah Hukum Perbuatan, Hukum Tindakan.  		Dalam bahasa fisika, hukum ini disebut “Hukum Aksi Reaksi”. Setiap aksi  		sudah pasti menyebabkan reaksi yang setimpal. Inilah Hukum Sebab Akibat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan, Hukum ini bersifat Universal. Berlaku sama bagi  		setiap orang, bahkan setiap makhluk hidup. Hukum ini tidak tergantung  		pada akidah agama tertentu. Ia tidak bersandar pada dogma maupun doktrin  		tertentu. Mau percaya atau tidak, hukum ini tetap berlaku bagi semua.  		Dan, berlaku sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setiap orang, lelaki maupun perempuan mesti tunduk  		pada Hukum Universal ini. Hukum ini berlaku bagi individu, maupun bagi  		kelompok. Sehingga, mau tak-mau, kita pun mesti menerima akibat dari  		Karma Negara. Negara dimana kita tinggal, kita bermukim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Saat ini, bila keadaan negeri kita masih terpuruk –  		maka keterpurukan itu pun hanyalah akibat dari perbuatan kita sendiri.  		Perbuatan kita secara kolektif. Inilah Karma Negara. Benih yang telah  		kita tanam dalam ketidaksadaran kita, dan telah kita biarkan tumbuh  		besar dalam ketidaktahuan pula – saat ini sedang berbuah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tsunami tidak mampu mempersatukan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Gempa Bumi tidak mampu menggetarkan jiwa kita. Dan,  		banjir tidak mampu membersihkan sampah-sampah yang ada dalam pikiran  		kita. Hasilnya ada di depan mata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Negara yang kaya raya, dengan sumber alam dan sumber  		daya manusia berlimpah telah menjadi negara jajahan baru. Aset-aset kita  		dikuasai oleh kekuatan-kekuatan asing. Sumber alam kita dijarah  		habis-habisan. Akibatnya, sumber daya manusia kita harus menggadaikan  		diri, harus menjual jiwa dan raganya di negeri orang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Manusia Indonesia pun menjadi jongos di negerinya  		sendiri. Tanyalah kepada saudara-saudara kita yang masih bekerja di  		perbankan yang sahamnya telah diambil alih oleh perusahaan-perusahaan  		dari luar, “bagaimana kabarmu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jangankan saham bank, gelombang di udara pun sudah  		dikuasai oleh perusahaan asing. Sehingga setiap sambungan telepon yang  		kita lakukan, setiap SMS yang kita kirim – hanya memperkaya  		perusahaan-perusahaan asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Maskapai Penerbangan Asing merajalela dan  		membanggakan diri sebagai perusahaan yang paling aman, paling murah  		pula. Sementara itu, Garuda kita melemah sayapnya. Sayapnya hanya dapat  		mengantar kita ke beberapa negara di Asia saja.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bisnis ritel bertumbuh&#8230;. namun pertumbuhan itu pun  		dinikmati oleh <em>hyper-market</em> yang berasal dari luar. Bertanyalah  		kepada saudara-saudara kita yang menjadi rekanan mereka – dari penawaran  		harga hingga pembayaran, semuanya menjadi “perkara”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Adalah telepon genggam dan otomotif yang menjadi  		“komoditas utama” – dan kedua komoditas itu hanya memperkaya  		produsen-produsen asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Inilah akibat nyata dari perbuatan kita yang tidak  		sadar, tanpa kesadaran. <strong>Selama bertahun-tahun kita membangun dengan  		dana dan ketrampilan dari luar. Kita membangun berdasarkan <em> 		survey-report</em> yang berasal dari luar pula.  Pembangunan kita  		tergantung pada kekuatan-kekuatan di luar. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kita tidak pernah mandiri, tidak pernag Berdikari –  		Berdiri di atas Kaki Sendiri. Punya industri, tapi bahan bakunya masih  		harus diimpor dari luar. Kita tidak mengembangkan industri-industri yang  		dapat menggunakan bahan baku dari dalam negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketergantungan kita pada kekuatan di luar, telah  		berakibat pada kehancuran kita. Kehancuran industri dan kepunahan sumber  		alam. Sungguh ironis, bila dalam keadaan terpuruk ini pun masih ada  		ekonom dan pejabat negara yang sekedar melihat angka pertumbuhan. Angka  		itu tidak riil. Angka itu tergantung pada sekian banyak faktor di luar  		kendali kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Masih ingat dengan angka pertumbuhan dan pujian yang  		pernah diberikan kepada kita oleh Bank Dunia? Semuanya itu hanya  		beberapa bulan sebelum kita terjun bebas dari ketinggian imajiner, hanya  		beberapa bulan sebelum krisis ekonomi yang berkepanjangan hingga hari  		ini&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pertanyaan berikutnya: Adakah krisis tersebut memang  		krisis buatan? Tidak riil pula. Dan, dibuat oleh segelintir anak cucu  		Adam yang memang menginginkan kejatuhan kita – supaya kita terpaksa  		menjual diri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ada konspirasi besar di balik apa yang terlihat oleh  		mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sayangnya, beberapa saudara kita sendiri, secara  		sadar maupun tidak sadar, telah menjadi bagian dari konspirasi tersebut.  		Kebetulan, saudara-saudara itu berada pada posisi-posisi yang sangat  		menentukan. Maka, perbuatan mereka, Karma mereka mempengaruhi setiap  		anak bangsa, setiap warga negara, setiap putra dan putri Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Konspirasi ini mesti diakhiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan yang dapat mengakhirinya kita pula.  		Hutang-Piutang Karma ini mesti diselesaikan, dan yang menyelesaikannya  		pun mesti kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> 		<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Akhir kata: Bergegaslah untuk bersama-sama mulai  		menyelesaikan hutang-piutang tersebut. Aku sudah bangun, cangkul sudah  		kuangkat&#8230;. sekarang aku menunju ladang&#8230;. bergabunglah saudaraku&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">*  		Nasionalis/Spiritualis Lintas Agama, Anand Krishna telah menulis lebih  		dari 105 buku (<a href="http://www.anandkrishna.org/">www.anandkrishna.org</a>)</span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mrlekig.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mrlekig.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mrlekig.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mrlekig.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mrlekig.wordpress.com&amp;blog=1227513&amp;post=22&amp;subd=mrlekig&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mrlekig.wordpress.com/2007/09/29/karma-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2748cb99cc70b01c0ee31ffe0341fb2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mrlekig</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
