Agama Bali atau Hindu?
PERGUMULAN pencarian identitas agama orang Bali telah berlangsung lama dan belum terselesaikan hingga kini. Michel Picard dari Center Asie du Sud-Est (Pusat Kajian Asia Tenggara) CNRS-EHESS —semacam LIPI-nya Prancis, Jumat (2/6) membahas masalah peka itu dalam Seminar Seri Sastra Sosial Budaya di Fak. Sastra Unud.
Ada dua pertanyaan penting yang dikaji doktor lulusan Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales itu. Pertama, bagaimana hubungan agama dan adat, bagaimana memisahkan fungsi keduanya. Kedua, bagaimana hubungan antara agama yang dipeluk orang Bali dan Hunduisme. Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, Michel Picard membagi periode kajiannya menjadi tiga, masa kolonialisme, masa ketika Bali bergabung ke NKRI, dan masa ketika agama Hindu mendapat pengakuan sebagai agama resmi.
Paling tidak, sejak tahun 1920-an kaum intelektual Bali telah melakukan perdebatan intensif mengenai hubungan agama dan adat. Kedua istilah itu, seperti disitir Michel, memang bukan ”milik” orang Bali. Sebab, kata “adat” berasal dari Bahasa Arab, sedangkan “agama” berasal dari Bahasa Sanskerta. Perdebatan, terutama sekali, berpusat pada dua organisasi yang ada di Singaraja, yakni Surya Kanta dan Bali Adnyana. Kelompok yang tergabung dalam Surya Kanta cenderung sangat progresif dengan mengibarkan bendera kemajuan sembari menolak pelestarian adat-istiadat yang dianggap menghambat kemajuan. Kelompok Bali Adnyana beranggapan, sepanjang sejarah kehidupan orang Bali, adat telah terbukti mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan.
Perdebatan kemudian berlanjut pada persoalan kasta dan pencarian identitas keagamaan. Ada kegerahan tertentu ketika orang-orang asing —terutama penjajah, misionaris Kristen, dan pendatang Muslim— mempertanyakan hakikat agama Bali. Tahun 1937 Jurnal Djatajoe menulis: Sebeloem poetra-poetra dan poetri-poetri Bali ada jang bersekolah, dan di Bali beloemlah pernah berdiri soerat-soerat chabar, maka keadaan di Bali soedahlah memeloek agama ini, jang mana berdjalan teroes, tiadalah ada mentjela dan menjalahkan, jang mana kita dengar tjoema ada pembitjaraan ‘adat desa anoe begini dan desa anoe begitoe’, begitoe poela ‘orang dibagian anoe djalan ngabennja begini’… Lantas ini tiada diseboet oepatjara agama, melainkan diseboet adat desa. Djadi ringkasnja agama jang sebenarnja tiada diketahoei; jang diketahoei perbedaannja tjoema adat desa dan agama jang diketahoei tjoema agama Bali (Djatajoe 1937, 2/5: 131).
Perdebatan mencari identitas keagamaan terus berlanjut hingga akhirnya kelompok Bali Adnyana mencoba mencari jawaban. Dalam kebuntuan, ada usulan persoalan ini diserahkan kepada para pendeta. Tapi kelompok lain menolaknya dengan argumentasi, para pendeta cenderung berpikiran sempit dan berpihak pada kepentingan kekuasaan. Pertanyaan tetap menjadi pertanyaan, tak pernah terjawab.
Dalam Jurnal Djatajoe, pakar adat Bali, Victor Emanuel Korn menulis: “Perkataän ‘Bali Hindoe’ itoe, tidak benar, karena tambahan kata Hindoe itoe seakan akan memperlihatkan, bahwa agama Bali itoe menoendjoekkan dasar ke Hindoean. Sesoenggoehnja tidak begitoe. Dasar-dasar agama di Bali ialah: ‘heidensch’“ (pagan). Lalu, pada sebuah artikel berjudul ”Kebingungan Kita tentang Agama” tertulis: agama kita ini bersendi dari adat dan ditjampoeri oleh bermatjam-matjam sari dari agama Hindoe, jang soedah tentoe tiada bisa dibandingkan kepada salah satoe agama di Hindoe, jang mana pada pemandangan Toean-toean bangsa asing adalah kita tak beragama dan tiada menjembah Toehan (Widi), melainkan kita adalah disamakan sebagai orang gila jaitoe menjembah segala jang ketemoe. Selanjutnya, pada artikel yang sama: haroeslah kita menjelidiki kebenaran dan apa arti jang terpakai pada agama kita soepaja bisalah kita djawab toedoehan Toean-toean bangsa asing tentang kehinaän oepatjara agama kita.” dan haroes ditimbang oleh para Pandita-Pandita dan orang-orang jang achli mana agama jang haroes dipakai, tjampoeran mana jang haroes diboeang, dan adat mana jang masih boleh dipakai dan mana jang menjebabkan kemoendoeran haroes diboeang (semua kutipan berasal dari makalah Michel Picard berjudul ”Dari Agama Bali ke Agama Hindu” yang dipaparkan dalam seminar).
Hingga masa kolonialisme berakhir, kaum intelektual di Bali belum benar-benar sepakat mengenai apa dan bagaimana agama Bali yang mereka anut. Bahkan ketika Indonesia merdeka dan Hindu diterima sebagai agama resmi di Indonesia, perdebatan terus berlangsung. Perdebatan lebih melebar pada masalah Balinisasi Hindu di satu pihak dan Indonesianisasi Hindu di pihak lain. Konflik baru lainnya juga muncul akibat adanya kelompok yang meginginkan Hindu di Bali benar-benar kembali ke Weda secara murni. Tapi, beberapa kelompok lain menginginkan Hindu tetap berada dalam posisinya sekarang. Inilah, konon, cikal-bakal perpecahan Parisada Hindu Dharma menjadi kelompok Campuan dan kelompok Besakih.
”Perdebatan seperti ini adalah wajar dan biasa saja,” ungkap I Wayan Westra, tokoh muda Bali. Ia malah menuduh kapitalisme telah mencoba melakukan penyeragaman terhadap cara berpikir orang Bali. Westra justru mengkhawatirkan pola penyeragaman. Hal yang sama dikemukakan Raka Santeri, intelektual Bali. Menurutnya, Bali tidak pernah berusaha mengubur konflik, sebab nanti kebenaranlah yang bakal memenangi konflik itu.
Ruh konflik itu, menurut Raka Santeri, dulu hingga sekarang tetap sama, adanya kelompok yang stagnan dan kelompok yang menginginkan kemajuan. ”Esensinya, maukah PHD (Parisadha Hindu Dharma, red.) menerima perbedaan? Maukah PHD tidak hanya dipimpin pendeta, tetapi digerakkan organisator yang profesional?” tanya Raka Santeri.
Bagi Michel Picard, yang menarik kontinyuitas pertentangan antarintelektual Bali dalam masalah yang sama seperti kasta, adat, dan dadia. ”Apakah konflik yang berlangsung bertahun-tahun ini berasal dari hal yang sama?” tanya Michel dalam seminar yang di-moderatori Dr. I Nyoman Darma Putra. M.Litt.
Sumber : cybertokoh
50 comments so far
Leave a reply
Mau agama atau adat, Bali adalah salah satu tempat yang kuanggap bisa jadi model, bagaimana kita mestinya hidup dan berinteraksi satu sama lain. Jika sesuatu sudah terbukti berhasil, terbukti indah, maka nama dan kategori menjadi tidak begitu penting lagi.
Salam Kenal.
(Kelihatannya, gw yg pertamax neh?)
apapun agamanya yg pentinng kenyataanya bisa bikin bali damai…..
walaupun kita gak beragama tapi kalo bisa bikin dunia damai,sy kira ini lebih baik dari pada orang yg beragama tapi slalu bikin kekacauan dan perang.
agama yg di harapkan menjadi jalan menciptakan perdamaian malah sering menjadi penyebab peperangan.
#Toga Nainggolan
betul, mungkin orang mengira Bali adalah Hindu, padahal di Bali ada sekian banyak Agama dan hidup berdampingan dengan damai walaupun Amrozi sempat membuat kacau.. Mari kita jaga pulau yg indah ini..
#Wibawa
Rupanya kita sama, apapun agamamu, mari kita hidup berdampingan dengan damai..
Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.
Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.
Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
#B Ali
Benarkah Al-Qur’an seperti itu? Karena saya sendiri tidak tahu bagaimana isi kitab suci umat muslim itu. Tapi saya yakin, apapun isinya, tentu itu untuk kebaikan, karena jika ada kitab suci yang isinya tidak baik, pasti akan ditinggalkan oleh umatnya..
menanggapi komentar saudara B ali. Anda sangat keliaru dalam menafsirkan ke istimewaan Al-Qur’an bagi umat islam. Ada peribahasa yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang”. Jadi, janganlah menafsirkan Al-Qur’an sebelum anda benar benar mempelajari dan memahaminya.
Peace for all, hatred for none !
menanggapi komentar saudara B ali. Anda sangat keliru dalam menafsirkan ke istimewaan Al-Qur’an bagi umat islam. Ada peribahasa yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang”. Jadi, janganlah menafsirkan Al-Qur’an sebelum anda benar benar mempelajari dan memahaminya.
Peace for all, hatred for none !
#Ali Aja
Saya no comment deh karena saya tidak kenal, tapi saya tetap mencoba menyayangi
#Ali Aja
Saya no comment deh karena saya tidak kenal, tapi saya tetap mencoba “menyayangi”
Menurut saya Hindu di indonesia Akan susah Berkembang selama Hindu masih di Hindu BALI-kan/budaya bali belum bisa dibedakan/Dipisahkan dari ajaran Weda Sesungguhnya.Kaum Muda/pemimpin organisasi Hindu belum 100% mampu menjalankan Hindu. saat ini Hindu Masih melekat dengan tradisi Bali. Org Bali Belum sepenuhnya menjalankan Weda melainkan kebanyakan menjalankan Tradisi.Hindu sangat diribetkan oleh tradisi Bali, ini membuat agama Hindu hanya berjalan ditempat.Ribetnya bebantenan membuat banyak org berailh ke agama lain yg lebih simple.pdhl dlm weda tidak se ribet itu.tp pada kenyataannya org2 Hindu diBali Jual perhiasan untuk beli janur/apel,sedangkn org2 dijawa jual Janur/apel untuk beli perhiasan.
Apakah Tanggapan Anda ttg Hal Ini???
Mohon Masukannya….. Peace….
mending pindah agama aja.
Udah kuno tuh. Aku punya banyak teman di Australi. mereka bilang agama di bali udah ketinggalan jaman. Walau mereka suka pulau bali, tapi belum ada yang pingin meniru agama diBali. Saranku pindah aja jadi orang islam, kristen, atau yahudi. itu lebih baik.
Kalo orang America bilang. Agama dibali itu seperti orang Europe sebelum Jesus datang. Mereka menyembah dewa jupiter, amez, neptune dsb. Jadi walau banyak turis tapi nggak ada yang pingin jadi agama orang bali. maaf saya tdk bermaksud merendahkan org bali, tapi ini fakta. saran saya pindah aja jadi islam.
Dalam Al Quran, Tuhan hanya menurunkan 3 agama. Yaitu: Yahudi by Moses/Musa, Cristian by jesus/Isa Almasih,
dan Islam by ahmad/mehammad. Aku punya banyak kawan di Australi. mereka dari gereja presbytarian, dan orthodox. kami sering tertawa jika ingat orang bali. Makanya masuklah jadi Islam kawan. biar tidak lagi diketawain orang Australi dan orang islam di jawa.
David@_______Dalam Al Quran, Tuhan hanya menurunkan 3 agama. Yaitu: Yahudi by Moses/Musa, Cristian by jesus/Isa Almasih,
dan Islam by ahmad/mehammad. Aku punya banyak kawan di Australi. mereka dari gereja presbytarian, dan orthodox. kami sering tertawa jika ingat orang bali. Makanya masuklah jadi Islam kawan. biar tidak lagi diketawain orang Australi dan orang islam di jawa.
______________________________________________
Sejujurnya pendapat andalah yang keliru. Sebenernya apa segh yg diharapkan dalam hidup ini. Menurut ajaran kami, tujuan beragama adalah utntuk mencari kedamaian dunia dan surgawi. Apakah Agama kristen dan ISlam seperti yg anda gembar-gemborkan itu sudah menunjukkan apa sebenernya yg menjadi hakikat dari org beragama…
Mari kita tengok sejenak di Timur Tengah..yang konon negara2 yang paling ber-agama.. Org Bali terlalu sibuk utk menjalankan ritual2 keagamaan yg diyakini. Sehingga tidak sempat mengurus agama lain. Kami sangat toleran dgn umat beragama lain. kalo anda sempat main ke Nusa Dua, datang dan tengoklah tempat beribadah, yang mana disana berdiri 5 tempat peribadatan. Pernahkah ada eskalasi…pernahkah kami protes????
Pernahkah anda perhatikan, kalo pecalang2 Bali yg notebene adalah merupakan struktur adat…ikut bersama2 menjaga saudara kita yg berbeda agama yang sedang menjalankan/ melaksanakan ibadah??
Pandapat anda tentang proses agama diBali yg sampai menjual perhiasan tuk bikin Banten mungkin ada benarnya. Tapi, kami melakukan itu atas dasar sukarela.
Tahukah anda, dengan menggunakan sarana janur, buah, kelapa dan lain2…sebenernya kami juga ikut memutar roda perekonomian???
Kami yang bekerja di wilayah Pariwisata,..karena keterbatasana kami dibidang lahan pertanian…kami membeli janur, buah kelapa dan lain2 dari para petani. Bahkan beberapa jenis komoditi didatangkan dari daerah Jawa.Dapatkah anda menarik benang merah dari semua peristiwa tersebut???
Pasar traditional di Bali tidak pernah sepi oleh penjual bunga dan sarana upacara. Menurut saya yg awam dalam hal ekonomi…hal itu telah memberikan kesempatan bagi kaum petani untuk ikut menikmati hasil jerih payah kami secara tidak langsung.
Dan sadarkah anda, bahwa dengan melestarikan Agama yg dipadukan dengan kearifan lokal…bisa menarik wisatawan asing dan dalam negeri???
Coba anda perhatikan…kalo melihat dari potensi alam Bali dgn daerah lain..rasanya sama saja. Didaerah lain juga ada yg punya pasir putih, alam yg indah, dan penduduk yg yg juga ramah. Kenapa mereka tidak berkunjung ke daerah lain saja. daripada ke Bali?
Akhir kata saya samapaikan…sebaiknya anda tidak men-judge agama org lain, sebelum anda sendiri tahu kelemahan dari agama/ keyakinan anda…
Hie_________Menurut saya Hindu di indonesia Akan susah Berkembang selama Hindu masih di Hindu BALI-kan/budaya bali belum bisa dibedakan/Dipisahkan dari ajaran Weda Sesungguhnya.Kaum Muda/pemimpin organisasi Hindu belum 100% mampu menjalankan Hindu. saat ini Hindu Masih melekat dengan tradisi Bali. Org Bali Belum sepenuhnya menjalankan Weda melainkan kebanyakan menjalankan Tradisi.Hindu sangat diribetkan oleh tradisi Bali, ini membuat agama Hindu hanya berjalan ditempat.Ribetnya bebantenan membuat banyak org berailh ke agama lain yg lebih simple.pdhl dlm weda tidak se ribet itu.tp pada kenyataannya org2 Hindu diBali Jual perhiasan untuk beli janur/apel,sedangkn org2 dijawa jual Janur/apel untuk beli perhiasan.
Apakah Tanggapan Anda ttg Hal Ini???
Mohon Masukannya….. Peace….
__________________________________
Tanggapan saya sebagai org Bali beragama Hindu…
Memang benar, org bali yg beragama Hindu kebanyakan menjalankan/ melaksanakan ajaran Agama masih berdasarkan tradisi. Tapi perlu anda ketahui, semua tradisi yg kami jalankan tidak menyimpang dari ajaran Weda. Menurut apa yg pernah saya baca (sedikit), Agama Hindu masuk keBali berdasarkan unsur kedamaian, tidak unsur pemaksaan kehendak. Maka terjadilah kompromi dgn penduduk lokal yg sebelumnya menganut kepercayaan animesme. Sehingga Hindu bisa diterima di Bali, tanpa menghilangkan sama sekali budaya ato kearifan lokal yg sudah berjalan turun temurun.
Anda mengatakan kalo org Bali jual perhiasan utk membeli apel dan sarana upacara lainnya… Sedangkan org jawa jual apel beli perhiasan… Terus apa salahnya kalo org Bali jual perhiasan, dan org Jawa beli perhiasan??Kalo mengacu dari peristiwa itu, maka saya bisa tarik kesimpulan bahwasannya kami tidak begitu terikat dgn hal2 keduiawian. Kami bisa berbagi kelebihan yg kami miliki. Tidak saja dgn org yg sama keyakinannya dgn kita..Pun demikian, bagi org yg tidak punya perhiasan tidak bisa menjalankan upacara. karena utk tingkat upacara. Kami diatur dgn istilah Utama, Madya, Nista. Tinggi, menengah dan kecil…
Segala tingkatan upacara tersebut berdasarkan kemampuan kita.
Mengenai ribetnya bebantenan.___ bagi anda mungkin itu ada benarnya juga… Tapi ketahuilah, kami kalo bikin bebantenan itu biasanya (walo tidak sedikit ada juga yg beli) lakukan dengan gotong royong. Sehingga dari sana akan timbul rasa kebersamaan. Dan org2 yg asyik dgn “keribetannya” bikin bebantenan tidak pernah berpikir yg enggak2. Mereka bisa bersosialisasi satu sama lain.
Saya mau bertanya kepada anda…apa segh tolak ukur seseorang yg bener2 menjalankan ajaran agamanya??? sepengetahuan saya, justru daerah/ negara yg menurut pengamatan saya, adalah yg paling taat,,,tetapi justru disitu terjadi banyak kesengsaraan…(bukan berarti Bali terlepas dari bencana lowghhh)
Satu hal lagi, kami tidak pernah memaksakan agama kami kepada org lain. Jangankan kepada org lain, kepada kami yg beragama Hindupun,..kalo mereka mau pindah agama..tidak pernah ada unsur pengekangan…
Itu sekedar opini saya bwt anda…sudah jelas banyak hal yg belom saya ketahui ttg agama saya sendiri…Biarkan kami berjalan apa adanya. Sepanjang kami tdk merugikan org lain…
David_________mending pindah agama aja.
Udah kuno tuh. Aku punya banyak teman di Australi. mereka bilang agama di bali udah ketinggalan jaman. Walau mereka suka pulau bali, tapi belum ada yang pingin meniru agama diBali. Saranku pindah aja jadi orang islam, kristen, atau yahudi. itu lebih baik.
__________________________________________________
Hebat anda…anda banyak sekali punya temen org luar negeri….Namun pemikiran anda, dalam hal ini jauh terbelakang…
kami dibali..memang mengharapakan turis utk datang ke Bali..tapi kami tdk ada menyuruh mereka utk memeluk/ meniru agama kami.
Bali hanyalah sebuah pulau kecil, yg seperti saya ungkapkan diatas. Tdk jauh beda dari pulau2 lainnya di Indonesia… Tp kenapa mereka (para turis, baik asing maupun domestik) tidak berkunjung ke Pulau Lombok, yg notabene penduduknya mayoritas Muslim??? Apa segh yg istimewa dari Bali????
Bisakan anda membayangkan, seandainya org Bali memusnahkan tradisi/ Agama ,,..turis2 akan datang ke Bali lagi???
Satu pertanyaan lagi….Kenapa anda yakin Agama Kristen, Islam dan Yahudi lebih baik dari Hindu?? Liatlah ulah Bush yg beragama Katolik/ Kriten (?) apa yg dia lakukan utk memburu terorist..???? dari sudut agama, dimana letak kebenran yg dia lakukan???
Liatlah ulah teroris yg nge-bom Kuta dan Jimbaran??? siapakah pelakunya???? adakah kami balas dendam embabi buta????
Liatlah di Timur Tengah…kenapa Plestina,Israel, Irak, Iran, Pakistan, Afganistan..seolah2 tidak pernah berhenti dari peperangan????
Kalo mau lebih tahu pasti…pergilah ke LP kerobokan. bandingkan prosentase penduduk Bali yg dipenjara..dgn penduduk luar bali yg dipenjara…
Saya tdk bisa mengungkapkan dgn tulisan cara menghitungnya…
Semua yg saya ungkapkan diatas, berdasarkan apa yg pernah saya alami dan jalani. Bukalah mata dan telinga anda….
Benar sekali apa yang dikatakan saudara David.
Jika anda tidak mau memeluk agama Kristen atau Islam itu terserah anda, karena itu hak anda.
Tetapi anda telah ingkar kepada kebenaran dari Allah. Dan tahukah anda bahwa anda termasuk orang Jahiliyah. Penyembah Berhala dan Dewa2. Dan tahukah anda bahwa anda kelak akan dimasukkan malaikat kedlm Neraka bersama berhala anda.
Anda harus siap akan hal itu.
Saya kira Saudara David hanya memberi saran. Tetapi jika anda tak mau silakan saja. Yang jelas anda kelak akan dimasukkan Neraka Yang panasnya lebih dari 10.000 derajat Farenhead.
Mohon diperhatikan mumpung masih ada kesempatan.
Ibbrahim**** heran gw, koq tahu segh bakalan masuk sorga kalo masuk Islam???? hebat sekali dirimu. Sadarkah anda??? tujuan beragama adalah damai dunia dan akhirat. Coba anda liat seperti yg aku sampaikan diatas!!! Aceh..yg digembar gemborkan sebagai serambi mekkah, terkena bencana luar biasa. Porong Sidoarjo kena semburan lumpur panas. Iran yg negara Islam juga kena gempa bumi, Irak ngk pernah lepas dari perang, Palestina juga ngk luput dari perang antar waraga negara mereka….Dimana Tuhanmu ketika ribuan manusia menjerit menderita……….ihhhhhhhhhhhh. Jgn dolo ngomongin panas2 dineraka. Mending dunia azah tuh liat contohnya (lumpur panas Sidoarjo)…yg real2 azah degh…
Apakah Islam yg kayak Amrozy yg perlu dibanggakan??? Apakah Baasyir yg perlu dijadikan panutan, yg disetiap kotbahnya mengatakan kalo darah org kafir itu halal utk diminum???
Dalam Hindu, kami fine2 azah. belom pernah ada cerita kalo kami akan dibakar dengan suhu ribuan derajat gfarenheit, gara2 masuk Hindu..yg ada segh, karma phala. jagung ditanam, jagung dipanen.
Kenapa aq sangat apriori terhadap david??? karena dia mengatakan org Hindu di Bali itu kuno….wedeghhhhhhhhh, buka mata lebar2. syapapun tahu, kalo Bali menjd barometer tingkat keamanan di Indonesia.
Ibrahim>>>> cara anda ngomong kayak iya saja tuh… “tahukah anda?” Apakan anda juga tahu, pernah lihat, ato hanya membaca dalm kitabmu??..
Aq jadi geli denger pendapatmu.
Baca postinganku dari atas yagh…
SATU HAL LAGI: KAMI TIDAK MEMAKSA ORG LAIN UTK MENIRU AGAMA KAMI. tidak ada dalam brosur atopun iklan yg mengajak org lain utk memeluk agama kami.
Sekali lagi baca postinganku yg pertama dan selanjutnya….
@ dexlon : SETUJU!!!!
@ eva nanik& ibrahim : FYI, anda di negara demokratis. Anda bebas hidup sesuka anda, selama nggak ganggu kami2, demikian sebaliknya. Klo g suka, anda boleh koq pindah ke Iraq (berani? Bener?)
(Benar sekali apa yang dikatakan saudara David.
Jika anda tidak mau memeluk agama Kristen atau Islam itu terserah anda, karena itu hak anda.
Tetapi anda telah ingkar kepada kebenaran dari Allah. Dan tahukah anda bahwa anda termasuk orang Jahiliyah. Penyembah Berhala dan Dewa2. Dan tahukah anda bahwa anda kelak akan dimasukkan malaikat kedlm Neraka bersama berhala anda.
Anda harus siap akan hal itu.)>>
@Ibrahim>>> Aq sangat siap..dan teramat sangat siap kalo nantinya gara2 tdk memeluk agamamu aq harus masuk neraka. Husssssssssssss……sadar bro…sadarrrrrrrrrrr..org masuk sorga/ neraka bukan karena dia beragama ISlam. Tapi karena Pikiran, Perkataan dan perbuatan yg manusia lakukan waktu didunia. Seandainya dgn masuk Islam aq masuk sorga…akan kudaftarkan semua anggota keluargaku masuk Islam. Kalo mengenai ajaran2 baik buruk, di agama kami juga ada. Org ngk beragama juga tahu mana baik, mana buruk. karena udah dibatasi oleh hukum dan undang2…
Seandainya aq boleh berandai2 dan mengambil suatu contoh perbandingan.
Hukum, Undang2 yg dibuat oleh para legislator dan eksekutif adalah merupakan kitab suci. Disana dicantumkan sanksi2 bagi yg melanggar norma2 kehidupan.
HAhAhA………………
apa sie yang kalian ributkan?
AGAMA?? sudah berimankah kalian???
Anda smua tahu bahwa agama adalah wadah untuk menuju tuhan,yang mempunyai cara dan tradisi yang berbeda.
Haruskah ini dibedakan??
Jujur saya agama hindu,,kakeku agama kristen…
sedangkan ayahku islam dan ibuku agama hindu
kami sekeluarga besar TIDAK pernah debatkan itu tuk bedakan siapa kita,apa kita,,kami sharing….
saya tahu anda – anda orang berpendidikan tinggggiii ,bahkan sampai mendunia……
Sudah berimankah anda???
ato taunya hanya agama doaank??????
Dikutip dari millis;
Salah seorang Professor peneliti berkebangsaan India, dalam bukunya yang menakjubkan, mengakui bahwa gambaran orang yang dianggap sebagai lambang sebuah sifat (incarnation), yang dalam bahasa sansekritnya Avatar telah ditemukan dalam Kitab Suci mereka (orang Hindu) yang mana itu adalah Nabi Muhammad saw.
Jika pengarang buku tersebut adalah seorang muslim, mungkin dia akan ditangkap atau akan dibunuh secara diam-diam, dan seluruh buku yang telah diterbitkan kemungkinan besar akan ditarik dari peredarannya di pasaran, para pengacau dan pelaku kekerasan kemungkinan besar akan menyerang kalangan muslim yang tidak berdosa dan darah mereka akan tumpah.
Akan tetapi sunngguh mengagumkan, pengarang buku tersebut adalah seorang yang berkepribadian jujur, seorang Professor terkenal yang beragama Hindu, namanya adalah Pandit Venda Prakash Upadai dan nama buku yang menunjukkan itu adalah Kalki Avatar.
Pengarangnya adalah seorang yang berkeyakinan Hindu Brahmana yang aslinya adalah dari kasta banggali. Dia adalah seorang ilmuwan peneliti, dan pencari kebenaran yang cukup di kenal dengan nama Pandit di Universitas Allahabad.
Setelah beberapa tahun penelitian dilakukan, Pandit Vedaprakash kemudian menerbitkan buku ini dan delapan yang lainnya. Pandit mengesahkan dan menjamin bahwa argumen dia adalah otentik.
Menurut kepercayaan hindu dan kitab suci mereka, gambaran seorang pembimbing dan pemimpin, disebut sebagai Kalki Avatar, yang sesuai dengan itu hanyalah Nabi Muhammad saw dari tanah Arab. Oleh sebab itu seluruh pengikut Hindu yang ada di dunia ini tidak harus menunggu lebih lama lagi untuk kedatangan seorang Kalki Avatar (spirit), dan akan siap untuk menerima Muhammad saw sebagai Kalki Avatar.
Kepedihan yang tiada berakhir
Apa yang Pengarang dan delapan Pandit katakan, bahwasannya selama ini para pemeluk Agama Hindu tetap menunggu dengan bimbang kedatangan seorang Kalki Avatar yang mana secara singkat diri mereka sendiri mengalami kepada sebuah penderitaan yang tanpa akhir, dikarenakan seorang utusan besar yang telah datang dan pergi ke dunia ini selama empat belas tahun yang lalu. Pandit Vedaprakash menghasilkan bukti-bukti yang berikut diambil dari kitab Vedas (Weda) dan kitab suci lain agama Hindu dalam mendukung pendapatnya.
1. Di dalam Purana (kitab suci agama hindu yang lain), disitu disebutkan bahwa Kalki Avatar akan menjadi utusan Tuhan yang terakhir (Nabi) di dunia ini, untuk membimbing seluruh ummat manusia.
2. Menurut perkiraan agama Hindu, Kalki Avatar akan lahir di sebuah pulau (yang mana, sekali lagi menurut agama hindu tempat itu adalah) di tanah Arab.
3. Dalam kitab suci agama Hindu, nama ayah dan ibu Kalki Avatar adalah Vishnubhagat dan Sumaani secara berturut-turut. Jika kita teliti (arti dari kedua nama tersebut adalah) kita akan sampai pada satu kesimpulan yang sangat menarik perhatian, kata Vishnu artinya “Tuhan”, kemudian ditambah Bhagat artinya adalah “Hamba”, yang jika digabungkan maka arti keduanya adalah menjadi “hamba Tuhan (Allah)”, yang dalam bahasa arabnya adalah “Abdullah”
Kemudian Sumani artinya adalah kedamaian/ketenangan, yang dalam bahasa arabnya adalah Aminah.
4. Di dalam buku agama Hindu, disitu menyebutkan sebuah bahan diet Kalki Avatar yang akan menorehkan sejarah di hari kemudian dan sebagai simbol perdamaian dan dia akan menjadi seorang yang berkepribadian jujur dan selalu mengatakan kebenaran, tanpa diragukan lagi Nabi Muhammad Saw lah orang nya yang mempunyai sifat seperti itu.
5. Ini telah disebutkan di dalam Vedas (Weda) bahwa Kalki Avatar akan terlahir dari suku yang terhormat. Ini sepenuhnya hanya cocok dengan suku Quraisy yang mana Nabi Muhammad telah miliki.
Bukti-bukti yang menakjubkan
6. Tuhan akan mengajari Kalki Avatar melalui utusannnya (Malaikat) dalam sebuah gua. Allah telah mengajari Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril dalam sebuah gua yang dikenal dengan Gua Hira.
7. Tuhan akan membantu Kalki Avatar dengan kuda yang berkecepatan tinggi untuk ditunggangi dan pergi ke atas dunia untuk naik ke langit yang ketujuh. Ini adalah pertanda sebuah Buraq dan Mi’raj.
8. Tuhan juga akan membantu Kalki Avatar dengan pertolongan wahyu, barangkali ini adalah seperti yang ditunjukkan dalam Ghazwah Badar Kubra.
9. Peristiwa menakjubkan lainnya yang menunjukkan tentang Kalki Avatar adalah bahwa dia akan lahir di suatu bulan, pada tanggal 12. Nabi Muhammad saw telah lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal
10. Kalki avatar akan menjadi seseorang yang pandai dalam berkuda dan ahli bermain pedang. Nabi Muhammad Adalah pandai dalam kedua hal itu.
Pengarang buku tersebut telah membeberkan beberapa argumentasi lainnya dalam rangka menguatkan penelitannya itu, bahwa Kalki Avatar dalam faktanya adalah Nabi Muhammad saw itu yang masih ditunggu-tunggu kedatangannya.
Jadi bagi para penunggu Kalki Avatar harus memikirkannya kembali.
Manusia diberi akal untuk membedakan mana yg benar. tugas qt hanya mengingatkan sbgai manusia. qt pun tidak boleh memaksakan agama kepada siapapun, semua itu pilihan dgn segala konsekuensi yg akan dtanggung masing2.
Bersukurlah qt sbgai umat muslim dan terlahir sbgi muslim, qt punya ALLAH SWT, YG MAHA ESA dan 99 asmaul husnanya… sedangkan untuk gol tertentu masih menunggu dan menanti nanti tanpa kepastian kapan tuhannya akan datang. Smoga ALLAH SWT merahmati umatnya dan memberikan hidayah kpd mereka… walau qt tau ketika hal itu terjadi… maka usia dunia pun sudah tidak lama lagi…
wassalam.
om swastyastu,
Kenapa manusia selalu memperdebatkan hal yang tidak akan pernah tuntas diperdebatkan. Agama bukan hal yang pantas diperdebatkan baik tradisi, kaidah dan sebagainya. Karena agama adalah murni keyakinan seseorang tentang Ketuhanan. Entah seperti apa tradisi, adat atau tetek bengeknya, kesemuanya patut dihargai. Klu kalian merasa beragama dan berkeyakinan, yakini saja bahwa Tuhan menciptakan semua agama adalah tujuannya satu, untuk menyembah dan tertuju hanya padanya. Memperdebatkan apa yang sudah menjadi keyakinan hanyalah menimbulkan perselisihan yang tak berujung, dan kembali umatlah yang terombang-ambing. Qta semua agama punya “pagar” masing-masing, tidak usah mengurusi pagar tetangga, yang ada malah ribut. Pagar sendiri saja belum tentu bagus.
OK, buat islam fanatik gini dech.
Arab Saudi, sebagai negara panutan kalian, tempat lahirnya Nabi ANDA, adalah negara pemerkosa TKW Indonesia.
Masihkah kalian mengagung-agungkan agama anda?????
@david
hmmmmm…… anda mungkin orang terbodoh yang saia kenal
, anda tidak tau kalo hindu mengajarkan kebaikan dan kedamaian bagi dunia, mau bukti? cari aja sendri, lets say bali juga boleh…..
tentangga gw orang australi dan sekarang telah menjadi hindu dan sudah beranak cucu…. hehehe anda telah terkontaminasi dengan budaya instan yang transisional alias ambigu
…..
kristen islam yahudi adalah agama yang paling banyak menyebabkan pertumparan darah! mengerikan perang salib sebagai alih2 penghapusan dosa, jihad dengan mengebom sesama alih2 masuk surga… tapi sampai saat ini saia masih simpatih ma kristen karena sudah mau berinstropeksi diri pasca jaman kegelapan dulu ( Dark age ) . dan yang sekarang masuk the dark age adalah islam…. hmmmmm……
betapa bodohnya anda
Aisha@@@ sampai berbusa pun mulut anda berpropaganda… Org selain Islam, tak ada yg memuji agama anda. Coba dibandingkan dgn agama yg lainnya.
Keq agama Budha (sumpah saya bukan Budha)…walopun org tertentu tdk beragama Budha, dan cenderung atheis. Tp, mereka salut dgn ajaran budha. Tapi kalo Islam..????? No way, Islam identik dgn agama teroris…buktinya, sebagian besar teroris yg mengatasnamakan agama..yagh beragama ISLAM….
Makanya, anda itu jgn sok ngomong…lidah tak bertulang. Apa saja bisa diomongin, apalagi kalo berpendidikan tinggi tapi congkaq. Org seperti ini biasanya sukanya membodoh2i
@ ashiyah bin salahi al munafiki
om swastiastu….
anda cerdas tapi tidak pintar
kebetulan gw ada referensi dikit nih silahken di baca
om santih santih santih om………
saya bersyukur bisa bertem dengan blog bodoh” ini. Saya tidak menyangka bahwa cendekiawan2 hebat join disini dalam kajian studi banding yg elegan. Saya orang bodoh dan saya akui kebodohan saya ini, jika rekan sekalian berkenan saya ada sebuah penggalan isi dari sebuah kitab Budha yg mana diberikan oleh seorang kawan beragama Budha kepada saya walaupun saya sendiri seorang Hindu, kami bersahabat dgn baik. Buku Padmakumara edisi 1 berbahasa indonesia yg pernah saya baca, didalam salah satu bagian menyebutkan” Sifat Budha adalah hening& kosong. Tidak ada Dharma yg dapat muncul diwaktu yg tidak sesuai. Memaksakan sesuatu untuk terjadi diwaktu yg tidak sesuai tidak akan berguna. Karena itu jangan lah khawatir, biarkan segala sesuatu mengalir secara alamiah. Walau saya seorang Hindu, jujur saya akui saya bukanlah seorang Hindu yg baik. Saya terlahir di dalam sebuah keluarga kampung yg miskin yg mana karena kemiskinan, kami di pandang rendah di masyarakat. Karena kemiskinan pula, ibu saya harus bekerja keras siang malam sebagai buruh di sebuah perusahaan peti kemas salak yg dikirim ke surabaya sbg bahan minuman salak dan kue2. Ayah saya yg seorang pebengkel sepeda dgn penghasilan yg tak seberapa yg kerap mengajak saya ikut membantunya selepas pulang sekolah SD. Sedari kecil saya sering diejek teman sedari kecil sudah sering terhina, hingga saya merasa sedih beban yg berat yg dipikul seorang anak semasa itu melahirkan pertanyaan kenapa saya hidup didunia seperti ini? tiap hari saya mesti bantu ayah bekerja sehingga masa bermain tidak ada yg ada hanyalah beban di dalam pikiran tentang kenapa saya tidak bisa seperti org lain?hampir tiap hari sejak saat itu pikiran saya sering terbawa lamunan, kekecewaan dan penderitaan hidup telah membuat saya berpikir dan berpikir. Sampai suatu ketika saya bertemu dengan buku Bhagavad gita yg secara tidak langsung mulai mengawali titik terang dalam pemikiran saya tentang apa hidup itu sebenarnya. hingga saat ini saya sering mengingat ingat kembali hal2 yg saya hadapi saat saya masih kecil sebagai perbandingan hidup. sedari kecil hingga umur saya sekarang 24 th, sebuah proses yg berat yg saya lalui bagi seorang saya” di muka bumi ini. hingga sekarang, saya tiap hari berpikir mengenai kehidupan ini, mencoba merangkainya, mencoba mencari maknanya, mencoba menggali apa yg saya bisa temukan di dalam hidup saya. Uang? kesenangan pribadi?? kepuasan??? saya mencoba terus dan terus mencoba.Karena ini tiada salahnya bagi saya. Saya yg hidup, pembaca juga hidup khan?^^ saya tidak sedang ngobrol dengan orang yg sudah mati. Hehehe karena saya tidak memiliki kepintaran seperti itu. Saya dilahirkan di dalam keluarga Hindu, punya senior orang Kristen dan Muslim, sahabat seorang pemeluk Budha. Semasa saya tinggal seapartement di CHIBA KEN dengan senior Muslim saya[4 orang]saya sering bergantian beribadah dgn mereka. Maklum dijepang masjid ataupun pura minor adanya. Kini karena tugas, saya pindah apartement di daerah pinggiran Tokyo. Saya sering berbagi makanan dengan mereka, saya hargai mereka tidak makan daging babi dan itupun bukan halangan bagi saya karena saya juga sedang belajar menjadi seorang vegetarian^^ Pernah ada seorang dari mereka menganjurkan ke saya agar saya perlu mengimbangi tubuh dengan daging, ikan karena maklum pekerjaan saya lumayan berat. saya hanya tersenyum saja dan karena desakan mereka saya juga berpikir tiada salahnya saya jika makan ikan. Sejak saat itu saya mulai makan ikan tapi dalam jumlah yg terbatas. Dulu semasa hidup di desa saat pertama mencoba untuk diet, rasanya susah sekali tapi pelan2 juga bisa, saya bersyukur akan hal ini^^ Kini, walau saya masih bodoh, saya merasa beruntng bisa bertemu dengan blog2 seperti ini yg mana bisa menguatkan kadar pengetahuan saya yg rendah. Saya seorang hindu, saya mencintai seorang gadis yg kebetulan saya jumpai di sini di jepang dan dia adalah seorang muslim. Walau saya ditolaknya 3 x hehe ngga tau krn apa mungkin karena agama yg berbeda walau keyakinan kita sama yha.. yakin sama adanya Tuhan. dari setiap masalah yg saya hadapi saya belajar, dan ditiap masalah saya rata2 hampir sistemnya sama berulang ulang hanya saja cara2 saya yg berubah ubah untuk mencoba mengatasinya. Namun, disetiap masalah ada kuncinya dan bagi saya kesabaran adalah yg paling berharga. Dari seorang gadis Muslim saya bisa belajar mengajar seorang wanita muslim menjadi wanita yg bisa belajar kehidupan. Suatu saat kelak jika menikah dgn orang, dirinya akan menjadi wanita yg baik& setia bagi suaminya; itu keinginan saya. Saya bukan type yg suka menyerah menghadapi hidup. tapi kadang saya lemah jika saya dalam masalah. Hidup bagi saya adalah suatu yg menakjubkan bagi saya. terkadang saya tertawa dalam senang, menangis dalam bahagia. Mencoba tersenyum dalam segala situasi[itu karena gigi depan saya agak maki; maju dikit^^]. eee.., saya tidak tau np saya nulis ngelantur saat ini? yg saya tau saya telah ada di depan laptop ini kurang lebih 2 jam hehehe. skrg dah jam 9 pagi, karena libur saya bisa berlama2 buka2 blog orang walau saya sendiri ngga ada web/ blog karena saya belog”[ bodoh] BAKA! kata orang jepang siy^^ kata anda juga mungkin yha…hehehe, gpp. akhir kata, yg pasti hidup ini adalah ini, bukan itu itu saja. Saya masih bisa hidup itu saja sudah syukur dan lebih bersyukur lagi jika saya bisa hidupi orang, menjadikan orang tentram perasaannya jika bersama saya. Bodoh benar saya yha…?!^^ MACHIDA SHI – TOKYO
Wahai umatku, janganlah kau menghina umat lain. Bahwasanya semua agama adalah benar. Koreksilah diri kita masing-masing. Yang menjadikan peperangan adalah setiap orang yang mensalahtafsirkan arti dari agama itu sendiri. Hindu bukan agama yang salah begitu juga dengan kristen, budha dan yahudi. Yang akan menjadi salah adalah orang-orang yang keliru menafsirkan ajaran itu. Janganlah sekali-kali mengajak seseorang untuk masuk dalam agama tertentu jika orang tersebut telah memiliki kepercayaan/agama yang diyakininya. Dan seharusnya kita patut membimbing orang-orang yang belum memiliki agama untuk memilih/menganut agama yang diyakini. Satu hal lagi, orang diluar islam bukanlah orang kafir. Orang kafir adalah orang yang mensalahtafsirkan ajaran agama dan merupakan provokasi tindakan kejahatan.
saranku janganlah menyalahkan agama, perbaiki ahklakmu masing2 jika anda sudah bener2 benar baru bicara agama, jika anda menjelek2kagama oranglain berarti anda yg kafir.
@ no name
setuju orang kafir adalah yang salah menafsirkan ajran agama, dan melakukan provokasi kejahatan semisal al-qaeda, Jemaah islamyah, FPI dan yang sekandang dari peternakan teroris. mereka kafir sebenarnya
Om Swastyastu
Buat teman2 yang beragama hindu silahkan dibuka link ini, mungkin bisa menambah pengetahuan kita tentang agama kita.
http://www.stitidharma.org
SENGSARA
Oleh : Bhagawan Dwija
Kisah hidup keluarga Putu Sutisna dari Desa Pemaron, Singaraja, mungkin dialami pula oleh banyak umat Hindu di Bali. Seolah-olah dia ditakdirkan untuk hidup dalam keadaan susah di awal kehadirannya di dunia.
Ketika lahir di tahun 1970, ibunya meninggal dunia karena komplikasi penyakit kandungan, pendarahannya tidak berhenti. Hanya dua hari ibu yang malang itu sempat menatap wajah anak satu-satunya, sebelum ia meninggalkan dunia yang fana ini.
Ayahnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap setengah mati bekerja membanting tulang mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Berbagai jenis pekerjaan dilakukannya demi sesuap nasi. Mulai dari menerima upah memetik kelapa, menanam, dan menuai padi, buruh bangunan, terkadang membantu pekerjaan di rumah orang, dan lain-lain.
Sementara bekerja, anaknya dititipkan pada orang tuanya yang juga hidup di bawah standar garis kemiskinan. Malam hari tatkala mata tak bisa terpejam karena tangisan si anak, ia merenung meratapi diri, kenapa hidupnya turun temurun selalu susah.
Konon ketika generasi kakeknya, hidup mereka berkecukupan, ada sawah dan kebun yang cukup menunjang kebutuhan sehari-hari. Tetapi ketika sawah dan kebun itu dijual untuk biaya upacara Ngaben kakeknya, hidup mereka mulai sulit, berlanjut terus sampai ke generasi anaknya yang baru lahir ini.
Sekitar setengah kilometer di arah barat gubuk Pan Sutisna, masih di bilangan Desa Pemaron, tinggallah seorang Pendeta Gereja Protestan bernama Pieter Ketut Sudarsana. Ia menerima laporan dari anak buahnya tentang hidup Pan Sutisna yang sulit, tidak punya pekerjaan, lebih-lebih dibebani anak yang ditinggal mati ibunya.
Suatu senja Pieter berkunjung ke rumah Pan Sutisna. Ia tidak datang begitu saja, tetapi membawa pula oleh-oleh berupa susu bayi, selimut, pakaian bekas, sembako, dan uang Rp.300.000,– Pan Sutisna terkejut menyambut Pieter yang datang tiba-tiba ke rumahnya yang kumuh. Pieter tidak segan-segan duduk di lantai tanah beralaskan tikar dekil, seraya merangkul Putu Sutisna yang baru berusia 20 hari.
“Kasihan anak ini Bapak, siapa namanya ?” Pieter membuka percakapan sambil mengembangkan senyum ramah. “Putu Sutisna, Bapak Pendeta” jawab Pan Sutisna sambil menerka-nerka apa gerangan maksud kedatangan Pieter ke rumahnya.
Keheranan Pan Sutisna rupanya terbaca oleh Pieter. “Oh jangan salah duga, saya ke sini hanya merasa kasihan melihat keadaan Bapak, dan saya ingin membantu sekedarnya. Bantuan yang saya bawa sekarang tidak ada artinya apa-apa, tetapi saya minta Bapak mau menerimanya, karena pemberian ini datang dari hati saya yang tulus” kata Pieter, sambil memasukkan botol dot susu ke mulut mungil Putu Sudarsana.
Bayi itu menikmati kehangatan pelukan Pieter dan menyedot botol susu hingga habis tandas. Ia tertidur pulas. Pieter kemudian membaringkan bayi di tempat tidur sambil menyelimutinya.
“Bapak tidak punya saudara atau kerabat lain di sini ?” tanya Pieter sambil duduk dekat Pan Sutisna. “Ada, tetapi hidupnya juga susah seperti saya; mereka sangat miskin, bagaimana bisa membantu saya ?” “Lalu Bapak tidak punya pekerjaan ?” selidik Pieter mencocokkan informasi anak buahnya. “Tidak Bapak Pendeta, saya tidak punya pekerjaan tetap, sehingga untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi untuk merawat bayi ini”
Pieter mengangguk-angguk turut merasakan kepahitan Pan Sutisna. “Bapak, saya harus pulang sekarang, tetapi bila ada kesulitan apa-apa jangan segan menghubungi saya; tahu kan rumah saya ?” “Ia Bapak Pendeta, yang di dekat Gereja itu kan, saya sangat berterima kasih atas kedatangan dan bantuan Bapak Pendeta”
Sepeninggal Pieter, Pan Sutisna mencakupkan kedua tangan di atas dahinya : “Hyang Widhi, Engkau sudah mengirimkan seorang penolong kepadaku, terima kasih” Hatinya berbunga-bunga, karena uang tiga ratus ribu rupiah itu sudah cukup untuk makan sebulan.
Segera ia lari ke dapur menanak nasi dan makan sampai kenyang. Setelah itu ia menengok bayinya yang masih tidur lelap. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi, dan selalu teringat dengan senyum ramah Pieter dan kata-katanya yang memukau. Ia merasa mendapat seorang sahabat yang mengerti pada penderitaannya.
Seminggu kemudian, Pieter berkunjung untuk kedua kalinya ke rumah Pan Sutisna. “Bagaimana bayinya, apa persediaan susunya masih ada ?” “Oh, Bapak Pendeta, silahkan duduk Bapak, maaf saya tidak segera menyambut, karena masih membelah kayu bakar di belakang. Susunya masih dan si Putu sekarang sudah jarang menangis.”
“Betul, kelihatannya dia cukup sehat, tetapi bayi perlu diberi imunisasi agar terhindar dari penyakit dan infeksi. Bisakah kita bawa dia sekarang ke klinik di Gereja ?” Pan Sutisna terkejut : “Maaf Bapak Pendeta, saya tidak punya uang untuk berobat”.
Pieter cepat menjawab : “Tidak usah memikir hal itu, karena Gereja menyediakan pengobatan gratis. Kasihan bayi ini kalau tidak dirawat semestinya” Pieter segera membopong si bayi, dan Pan Sutisna hanya bisa mengikuti dari belakang sambil berpikir, alangkah mulianya hati Bapak Pendeta, mau membantu orang miskin tanpa imbalan apa-apa.
Sampai di klinik Gereja, bayi segera diserahkan kepada perawat bernama Marry Luh Putu Aryani. Perawat tamatan Surabaya ini memeriksa bayi dengan teliti, dan memberikan imunisasi sebagaimana mestinya.
Pan Sutisna terbengong-bengong saja melihat kesibukan di klinik. Ada banyak bayi yang ditempatkan di sebuah kamar, masing-masing di tempat tidur kecil yang nyaman. Mereka kelihatannya sehat-sehat, montok, ada yang tertidur, dan ada yang terjaga, lalu tertawa-tawa ketika Pieter menyentuh tangannya.
Pieter memeriksa semua bayi itu didampingi perawat Marry. “Mereka semua senasib dengan Sutisna” kata Pieter memecah keheningan. “Juga berasal dari keluarga tidak mampu seperti Bapak; maka atas persetujuan orang tuanya, bayi itu diserahkan ke kami untuk dirawat secara cuma-cuma. Kalau Bapak setuju, bisa juga Bapak titipkan Sutisna di sini; setelah sehat dan cukup kuat, dia bisa Bapak bawa pulang ke rumah”
Kata-kata Pieter bagaikan hembusan angin dingin di musim kemarau, menyejukkan dan memberi harapan hidup. Tanpa berpikir panjang, Pan Sutisna menjawab : “Terserah Bapak Pendeta saja, bagaimana baiknya, saya sudah tidak mampu berpikir lagi.”
“Baiklah, Marry, tempatkan Sutisna di box yang kosong” perintah Pieter. Pan Sutisna pulang dengan perasaan yang sangat lega. Sekarang dia bisa konsentrasi bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Soal perawatan Sutisna, sudah diserahkan ke Pieter.
Keesokan harinya Pieter datang lagi. “Saya lupa kemarin, ada satu hal yang ingin saya tawarkan ke Bapak.” “Wah Bapak Pendeta sudah banyak sekali menolong saya, rasanya malu, karena saya tidak mampu membalas budi baik Bapak Pendeta.”
“Jangan begitu, kita sesama umat manusia wajib saling tolong menolong” potong Pieter dengan cepat.
“Begini, Gereja punya sebidang tanah yang biasanya ditanami buah melon; pekerjanya sekarang sudah pindah ke Tanah-Toraja, Sulawesi Selatan, mengikuti pendidikan. Tanah itu sekarang tidak ada yang menggarap. Maukah Bapak mengerjakannya ? Nanti hasilnya dibagi dua, setengah untuk Bapak dan sisanya untuk Gereja. Semua biaya penanaman, perawatan dan panen, ditanggung Gereja”
Pan Sutisna, heran, kebingungan, karena bagaikan mendapat durian runtuh. Ia tidak lama berpikir, bahkan takut kalau tawaran Pieter yang baik itu dibatalkan. Segera ia menjawab : “Saya mau Bapak Pendeta, bahkan saya tidak dapat menyampaikan dengan kata-kata, betapa besar kebaikan hati Bapak Pendeta ke diri saya.”
“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, kalau begitu mulai besok Bapak sudah bisa menggarap tanah itu. Luasnya tidak seberapa, hanya 50 are.”
“Ha, 50 are, hasil panen buah melon untuk setahun bisa mencapai sepuluh ton !” sergah Pan Sutisna.
“Ya begitulah kurang lebihnya”, kata penutup Pieter, berdengung sepanjang malam di benak Pan Sutisna. Hampir ia tidak bisa memejamkan mata, memikir perubahan nasibnya yang drastis itu.
Bulan berganti tahun, Sutisna tumbuh dengan baik, Pan Sutisna sudah mampu hidup layak dan rumahnya pun sudah diperbaiki, berdinding tembok, atap genteng, lantai keramik, rapi, dan bersih. Dia bahkan sudah mampu membeli sepeda motor untuk pergi ke mana-mana.
Ketika Sutisna sudah waktunya masuk sekolah, Pieter menyarankan ke sekolah milik Gereja yang membebaskan uang sekolah bagi anak-anak tidak mampu. Sementara itu Pan Sutisna merasa jatuh hati kepada adik Marry Luh Putu Aryani, perawat yang membesarkan anaknya.
Adik Marry bernama Isabela Ketut Suastini. Gayung bersambut, cinta Pan Sutisna kepada Isabela tak bertepuk sebelah tangan. Mereka pun mengikat diri dalam pernikahan secara Protestan, dengan Pieter sebagai Pendeta yang mensahkan perkawinan itu.
Akta perkawinan pun jadi, di mana menyebutkan Pan Sutisna dengan nama baru, George Gede Subawa. Sampai tingkat SLTA, Sutisna masih bersekolah di Bali, kemudian ketika akan meneruskan kuliah ke Tanah-Toraja, dia dibaptis Pendeta Pieter dengan nama baru : Friets Putu Sutisna.
Kehidupan di Gereja Pemaron berlanjut terus. Dari sela-sela kerimbunan pohon flamboyan, terdengar anak-anak SD membaca The Bijbel dalam Bahasa Bali : “Antuk asung wara kertha nugraha Ida Sanghyang Widhi Wasa, ngraris Ida Maria mobot putran Idane, Yesus. Kasuwen-suwen Ida rauh ring Jagat Yerusalem. Irike Ide ketangkilin antuk para …”
Bacaan itu tertutup oleh gemuruh suara mobil yang lalu lalang di jalan poros Singaraja – Seririt.
Zaman beredar, nasib Bali pun berganti, entah di masa depan akan bagaimana. Seperti perjalanan hari, mulai terbitnya matahari di timur, hingga terbenam di ufuk barat, perubahan akan berlangsung, cepat atau lambat.
Senja di Pantai Lingga, pemandangan sunset yang indah, diiringi suara azan : “…Asyhaduallah Muhammad rasulallah, Allahuakbar…”
Saya menarik nafas panjang, menuntun cucu saya yang terkecil, nomor sembilan bernama : Nyoman Krishnayogi, “Meriki putu, budal, sampun sore” Tertatih-tatih dengan tongkat, saya membimbing cucu yang melangkah tegap ke depan. Mudah-mudahan kau terhindar dari sengsara, cucuku.
Oooo maksud umat Hindu yang mengatakan bahwa Quran berisi ayat-ayat yang menggiring orang melakukan hal-hal anarkis itu untuk menunjukkan bahwa punya mereka seperti kitab Mahabharata jauh lebih banyak lagi ajaran-ajaran tentang intrik-intrik licik perang pembunuhan pengkhianatan perang antar saudara sendiri dll. Jadi sadarlah wahai orang Islam bahwa ajaran Hindu tentang anarkisme perang itu jauh lebih intensif dan ekstensif derajat anarkismenya. Terus umat Kristen yang mengatakan bahwa Islam itu menjurus ke terorisme mau mengatakan bahwa ajaran dalam Alkitab seperti:
Bilangan 31:15-18 Indonesia Terjemahan Baru
(17) Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
(18) Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.
Kayaknya tidak ada ayat di Quran yang sesadis ini apalagi ajaran tentang intrik-intrik licik perang seperti di kitab Ramayan dan Mahabarata. Ckckckck
Ben Aareon@@@@ waduhhhhhhhh…ada apa negh dengan diri anda/?? koq tiba2 seperti org kebakaran jenggot??? ngutak atik Ramayana dan Kitab Mahabartha???
Tahukah anda, bahwa Ramayana dan Mahabharata adalah berupa epik, etos tentang nilai2 kepahlawanan/ satria dan kebenaran???
Pernahkah anda begitu dalam membaca kisah tentang Ramayana dan Mahabharata? Kalo tdk pernah, jgn asal ngomong yagh…. Pandangan anda terlalu sempit utk bisa memahami tentang Ramayana dan Mahabharata…Okeh…mendingan anda ngk koment degh!!!
saya seorang muslim……
saya mewakili rekan2 muslim dsini untuk meminta maaf, telah menyinggung anda-anda semua….
untuk komentar dr rekan David, saya rasa dia tidak mewakili umat muslim…
itu (mungkin) pehaman dia yang masih sempit saja..
sekali lagi saya meminta maaf…
T.
pada ngomong apaan sih ???? riweuh pisan euy
sudahlah… kita jalani saja masing2 yang kita yakini… masalah sorga neraka bukan kita yg nentuin… udah ada hakimnya sendiri itu…. dan lagi, emang yakin surga dan neraka tu ada ???? peace….
@T>>>> yup, aku juga minta maaf seandainya ada kata2ku yg tdk berkenan di hati saudara2 muslim…
nahh gitu donk baru manusia namanya saling mengakui kesalahan kekurangan, mau mengkoreksi diri ketimbang perang terus[fisik non fisik urat syaraf tak berurat berakar pun jadi^^] emang mau sampe kapan begini ni?? apa mau nanti kita pindah ke planet lain di tata surya memblok2 diri hanya gara2 masalah agamais yg sok dibikin ribet oleh kita yg otak sempit pura2 memahami isi kitab2 suci ayat2 yg semuanya seakan penuh dengan darah padahal hanya lantaran ego kita yg on teruss!!
pikirkan!
mari berpikir sejak dini^^
s e b e l u m t e r l a m b a t ne
HA HA HA
Komentar yg paling extrem ternyata dari kaum MUSLIM.
Sampai saat in pun kaum MUSLIM masih sibuk cari pembenar atas keberadaan Muhammad dan Qur’an.
Bahkan juga dia menggunakan otoritas kitab2 Hindu untuk membuktikan kenabian Muhammad dan mendapatkan pengakuan sahnya agama Islam!
Ini seolah membuktikan
• Agama Hindulah yang sebenarnya benar.
• Allah tidak memberikan bukti2 yang cukup di dalam Quran untuk mendukung klaim2nya
• Semua muslim harus pindah ke agama Hindu
• Ulama pakar Muslim bisanya main gertak untuk memurtadkan orang2 Hindu sama seperti yang mereka lakukan kepada orang2 Kristen.
bleduk@@@@ Udah ahhhhhhhh….. Jgn ikut2an ngaku agama kita paling benar. Memang agama kita benar, asal jangan sibuk mencari sloka2 ato ayat2 yg menyatakan agama org lain itu ngk benar, apalagi kafir…hehehehehehehehe…pizzzzzzzzzz!!!!
Aditya@@@ Yup…..
Kembali ke topik… Agama Bali atau Hindu?
Ibaratnya gini deh… Kita punya Peugeot 406 STi yang kita kasih asesori habis2an.. Ban juga ganti pakai ban farm tracktor. Sementara tetangga sebelah 406 STi nya kaga diapa-apain… Tetep aja sedan kita jenis Peugeot 406 STi, sama dgn milik tetangga sebelah. Itu lah Hindu di Bali, banyak asesorisnya. Tapi ingat, dan ketahui lah :
PANCA SRADHA (5 DASAR KEYAKINAN HINDU)yang menjadi inti ajaran Hindu di seluruh muka Bumi :
1. Percaya dgn adanya Tuhan (yang oleh para
bijaksana disebut dengan banyak nama).
2. Percaya dgn adanya Atman / Roh.
3. Percaya dgn adanya Karmaphala.
4. Percaya dgn adanya Reinkarnasi.
5. Percaya dgn adanya Moksah.
Pahami pula :
Tat twam Asi … dia juga adalah aku.
Ahimsa ……… tidak membunuh.
Yoga, meditasi, vegetarian,etc. Itu produk dari kosmologi Hindu. OK. Semoga SEMUA MAKHLUK berbahagia. (mulai dari yang bersel satu hingga para napi teroris…) BTW, kami damai dalam Hindu.